10 Pemeriksaan Sebelum Berkendara Untuk Memastikan Sepeda Anda Aman Untuk Digulung

Mungkin tidak ada tumpangan lain di jalan yang mengutamakan keselamatan selain bersepeda. Misalnya, mobil dan truk telah memasang kode dasbor dan peringatan yang memperingatkan pengemudi jika ban rendah atau rem tidak berfungsi. Bahkan jika mobil mengalami kerusakan, terdapat rem darurat serta interior dan eksterior yang kokoh untuk setidaknya melindungi pengemudi dari cedera serius. Sayangnya sepeda tidak memiliki semua ini dan keselamatan setiap pelayaran menjadi tanggung jawab pengendara. Sepuluh pemeriksaan ini harus menjadi rutinitas wajib segera setelah sepeda roda keluar untuk hari itu.

1) Periksa Apakah Roda Belakang Aman

Mereka umumnya dirancang untuk kenyamanan tetapi tuas lepas cepat di roda belakang bisa menjadi bencana jika lepas saat berkendara. Karena itu, penting untuk memeriksa untuk memastikan tuas aman dan kencang seperti halnya baut jika roda dipasang dengan cara yang lebih konvensional. Memastikan roda belakang aman hanya membutuhkan waktu satu detik, tetapi ini bisa menjadi penyelamat.

2) Cabut Jari-Jari

Jari-jari pelek yang longgar kemungkinan besar tidak akan menyebabkan bencana besar, tetapi beberapa yang terlepas akan menyebabkan roda berputar tidak benar (keseimbangan) dan dapat menyebabkan keausan dini. Cabut jari-jari dengan cepat untuk memastikannya kencang dan mengeluarkan suara ‘ping’ yang sama.

3) Pastikan Ban Memiliki Udara Yang Cukup

Pemeriksaan yang cukup jelas, tidak cukup udara di ban bisa berbahaya dan akan membuat bersepeda lebih sulit. Pengukur ban atau hanya pemeriksaan tahanan tangan akan memberikan indikasi yang baik jika udara yang dipompa cukup.

4) Goyangkan The Seat Post

Kursi yang longgar selama perjalanan bisa menjadi kebangkitan yang cukup kasar. Sebaiknya periksa stabilitas pos sebelum lepas landas dengan kapal pesiar agar aman.

5) Periksa dan Rantai Layanan

Rantai bisa lepas saat bersepeda, tetapi masih harus diperiksa apakah ada kekusutan, pastikan siklusnya bersih, dan dilumasi sesuai kebutuhan. Satu hal yang tidak dipertimbangkan oleh banyak pengendara adalah bahwa rantai sepeda yang terlalu berminyak sebenarnya akan mengumpulkan kotoran dan puing-puing dan membuat mengayuh lebih keras.

6) Berikan Pedal Sekali Lagi

Pedal tidak perlu diperiksa secara menyeluruh, cukup diperiksa dengan cepat untuk memastikan pedal berputar bebas, tidak retak, dan set engkol kencang.

7) Pastikan Roda Depan dan Batang Bergerak Secara Seragam

Dengan berdiri dengan roda sepeda depan di antara kedua kaki dan memutar setang maju mundur, pengendara dapat memastikan bagian depan sepeda berfungsi secara seragam. Terkadang baut penjepit setang perlu dikencangkan agar bisa berfungsi.

8) Lakukan Tes Rem

Rem jelas sangat penting dan harus diperiksa sebelum lepas landas dari sepeda. Terkadang kaliper rem perlu disetel, dilumasi, atau diganti berdasarkan kondisinya.

9) Cari Bingkai Untuk Setiap Retak

Sepeda dengan retakan pada rangka tidak boleh dikendarai sampai perbaikan yang benar dilakukan. Jika rangka patah menjadi dua karena benturan, itu bisa sangat berbahaya dan ini adalah salah satu dari sedikit perbaikan yang tidak dapat dilakukan untuk menjaga sepeda tetap di jalan.

10) Pastikan Lampu Bekerja

Saat berkendara pulang setelah matahari terbenam, lampu bukan hanya kenyamanan tetapi juga hukum di sebagian besar negara bagian. Pastikan lampu bekerja sebelum keluar atau setidaknya kemas baterai cadangan dalam kit darurat.

Inspeksi pra-berkendara bukan satu-satunya bagian dari bersepeda yang aman, namun tetap dilanjutkan dengan memperhatikan dan mengikuti aturan jalan saat bersepeda juga.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *